Tuesday, October 20, 2015

Merajut Mimpi Wong Bojonegoro dengan Budaya Ngopi

Mufa Media - Kopi seakan sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dimensi kehidupan masyarakat masa kini. Hidangan kopi sudah menjadi menu wajib bagi sebagian pekerja, petani, pedagang dan profesi lainnya yang biasa dinikmati sebelum berangkat kerja, atau bahkan pada saat-saat bekerja. Bagi para penikmat kopi, belum lengkap rasanya bila dalam rutinitas keseharian tidak ditemani dengan hidangan kopi.

Secangkir Kopi
Secangkir Kopi
Sumber Gambar: https://pixabay.com/
Bila membahas tentang kopi tentu erat kaitannya dengan aktifitas menikmati kopi itu sendiri, yang biasa disebut dengan ngopi. Kegiatan ngopi dapat dengan mudah kita temui dalam banyak aktifitas masyarakat. Baik itu sebagai aktifitas selingan, penyemangat, hiburan ataupun dalam bahasa yang lain. Dalam makna yang luas ngopi bukan lagi sekedar aktifitas minum secangkir kopi yang telah diseduh dengan racikan tertentu. Namun, lebih dari itu ngopi seakan sudah menjadi bagian budaya yang tak terpisahkan dengan kehidupan masyarakat, tak terkecuali masyarakat Bojonegoro.

Budaya Ngopi di Bojonegoro

Di Bojonegoro, kita akan dengan mudah menemukan wujud dari budaya ngopi ini. Diberbagai tempat, baik daerah perkotaan maupun pedesaan banyak tersebar warung kopi. Penikmatnya pun mulai dari kalangan atas, menengah maupun bawah. Hal ini bisa diamati dari banyaknya tempat untuk ngopi. Di wilayah kota ini kita akan dengan mudah menemukan warung kopi. Mulai dari deretan warung kopi di sekitar alun-alun kota lalu melebar ke arah empat penjuru mata angin hingga ke daerah pinggiran kota, semua seakan memberikan keleluasaan bagi para penikmat kopi untuk ‘melampiaskan’ kerinduannya pada aktifitas ngopi ini. Tak terkecuali juga didaerah pedesaan . Banyak tempat untuk ngopi. Bahkan, saat ini didaerah pedesaan aroma kentalnya budaya ngopi semakin kentara. Semakin terasa ke-khasannya. Semakin ramai dan meriah dalam balutan variasi rasa kopi itu sendiri.

Salah satu Warung Kopi yang ramai pengunjung
Salah satu warung kopi yang ramai pengunjung
Sumber Gambar: Dokumen Pribadi
Variasi dari budaya ngopi ini juga dapat kita temui dari sisi kemasan warung kopi yang ada saat ini. Bila warung kopi yang ada pada zaman dulu mungkin hanyalah tempat-tempat sederhana berupa warung yang berada dipinggir jalan  yang memang murni menyediakan menu utama berupa kopi itu sendiri dan ditambah menu pelengkap ala kadarnya semisal gorengan, godokan dan sebangsanya. Hal ini berbeda dengan yang ada saat ini. Warung kopi didesain sedemikian dinamisnya dengan menawarkan kenyamanan yang lebih. Banyak warung kopi dengan tempat yang amat memadai sekaligus dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung semisal musik, TV, jaringan internet (wifi) dan sebagainya. Hal ini sudah menjadi hal yang lumrah adanya pada banyak warung kopi yang ada saat ini, khususnya diderah perkotaan.




Bagi sebagian masyarakat, ngopi juga dapat bermakna berkumpul dalam kebersamaan. Semua lapisan masyarakat ikut ambil bagian dalam budaya ngopi bersama ini. Tua, muda, pria, wanita, remaja, dewasa semua seakan tak mau kalah dalam menunjukkan eksistensinya dalam budaya ngopi. Dalam suasana santai penuh kebersamaan segenap lapisan masyarakat berkumpul untuk sekedar melepaskan penat dengan ngobrol bersama ngalor-ngidul (kesana-kemari) sembari menikmati  kopi pesanannya masing-masing. Tidak jarang pula pertemuan resmi nan penting dibalut dalam suasana ngopi bersama. Dalam konteks inilah komunikasi terjalin antar segenap lapisan masyarakat dengan berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Lebih lanjut, hal ini seakan menjadi penegas akan eksistensi budaya ngopi di Bojonegoro. 

Merajut Mimpi Masyarakat Bojonegoro dengan Budaya Ngopi

Segenap lapisan masyarakat Bojonegoro tentu setuju bahwa daerah ini kaya dengan berbagai potensi. Tentu hal ini menjadi kebanggaan dan kegembiraan tersendiri bagi masyarakat Bojonegoro. Namun pada tingkat kesadaran inilah, masyarakat Bojonegoro dihadapkan pada tantangan bagaimana untuk memunculkan potensi tersebut menjadi mimpi dan harapan yang akhirnya bisa diwujudkan menjadi kenyataan yang menggembirakan bagi masyarakat Bojonegoro. Mimpi yang menjadi kenyataan akan terwujudnya “masyarakat Bojonegoro yang sehat, cerdas, produktif dan bahagia”.

Terkait dengan pembahasan ini, maka menjadi penting adanya bagaimana mengarahkan energi positif yang terdapat dalam budaya ngopi di Bojonegoro untuk mewujudkan mimpi-mimpi masyarakat Bojonegoro. Dengan komunikasi yang terjalin secara intensif dan terarah serta berkelanjutan dalam budaya ngopi,  bukan tidak mungkin adanya bahwa mimpi-mimpi itu akan menjadi semakin kuat tertanam dalam benak masyarakat Bojonegoro yang kemudian mimpi-mimpi itu mengkristal menjadi optimisme yang tinggi untuk mencapainya. Kemudian akan timbullah semangat dan inisiatif serta usaha keras untuk mencapainya hingga akhirnya benar-benar dapat diwujudkan menjadi kenyataan yang membahagiakan seperti yang diharapkan. Semoga. Amiiin.     
Penulis dan Santri PPTQ Al Bahroin, Padangan, Bojonegoro
Penulis (depan paling kanan) bersama generasi muda Bojonegoro,
santri PPTQ Al Bahroin, Padangan, Bojonegoro
 Salam Bojonegoro Matoh! 
Mari kita wujudkan masyarakat Bojonegoro yang Sehat, Cerdas dan Bahagia!