Merancang Media Pembelajaran ICT

Mufa Media - Dalam teori belajar behaviorisme dinyatakan bahwa proses pembelajaran terjadi sebagai hasil dari penyampaian guru dengan atau melalui alat (media).

Adapun menurut pandangan teori belajar konstruktivisme, media dapat digunakan sebagai sesuatu yang memungkinkan siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan secara aktif.

Pentingnya Peran Media dalam Pembelajaran

Dari dua pandangan teori tersebut kita dapat mengetahui peran media (alat) dalam proses pembelajaran yang terjadi. Media dapat membantu dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya, dalam pembagiannya, media dapat dibedakan kedalam tiga kategori. 
Pertama, media teknologi yang meliputi mekanik, elektronik maupun bentuk fisik lainnya.
Kedua, media sistem simbolik yang meliputi karakter alpha-numerik, objek, gambar, suara dan lain-lain.
Ketiga, media yang berupa sarana-sarana yang digunakan seperti radio, Video Compact Disc (VCD), buku, komputer dan sebagainya.

Menegaskan pentingnya arti media dalam proses pembelajaran, dalam hal ini perlu kita ketahui bahwa ada tiga komponen utama dalam proses pembelajaran yang terjadi. Komponen-komponen tersebut adalah Guru, Siswa dan Media.

Ketiga komponen saling terkait antara satu dan yang lainnya dalam terciptanya proses pembelajaran yang efektif.

Keterkaitan ketiga komponen ini akan mempengaruhi efektif atau tidaknya proses pembelajaran yang terjadi. Keterkaitannya tidak dapat dipisahkan dalam interaksinya.

Adapun dalam hubungan interaksi ini Guru lebih banyak berperan sebagai pengendali efektifitasnya. 

Menurut Anderson (1981), dalam proses penyerapan informasi sebagian siswa merasa mudah dalam memproses informasi yang berbentuk visual, sebagian lainnya lebih mudah memproses informasi yang berbentuk suara dan adapula sebagian siswa yang lebih mudah memproses informasi apabila sumber informasi disajikan dalam bentuk teks (tulisan).

Terkait dengan proses penyerapan informasi ini Gardner (1983) mengklasifikasikan kemampuan manusia dalam teori tujuh kecerdasan, yaitu: (1) logis-matematis, (2) spasial, (3) linguistik, (4) kinestetik-keperagaan, (5) musik, (6) interpersonal, dan (7) intrapersonal.

Dan dalam perkembangannya, ditemukan pula beberapa bentuk-bentuk kecerdasan lain yang lebih banyak yang dimiliki manusia dalam menyerap informasi yang ada. Biasa kita mengenalnya dengan kecerdasan majemuk (multiple intellegence).

Dari paparan tersebut dapat kita ketahui bahwa keberadaan media sangat urgen adanya. Media yang dapat mengakomodir banyak cara penyerapan informasi yang dilakukan siswa. 

Adapun salah satu media yang dipandang sesuai dengan hal tersebut adalah komputer. 

Komputer sebagai Media Pembelajaran
Keberadaan komputer sangat erat kaitannya dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT-Information and Communication Technology)

Hal ini dikarenakan komputer dapat difungsikan dalam proses penyajian informasi yang berbentuk video, audio, teks, grafik dan animasi (simulasi) ataupun kombinasi dari semuanya. Lebih daripada itu komputer juga dapat dijadikan sebagai alat komunikasi.

Selanjutnya, komputer juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana interaktif yang digunakan sebagai bentuk alternatif pembelajaran terprogram (Programmed Instruction) yang dilandasi hukum akibat (Law of Effect)

Dalam hukum akibat, secara lebih jauh diungkapkan sebuah asumsi yang diyakini kebenarannya. Asumsi tersebut adalah: "Tingkah laku yang didasari rasa senang akan merangsang untuk dilakukan serta dikerjakan secara berulang-ulang"

Banyak pakar pendidikan yang melakukan penelitian dan menyimpulkan tentang positifnya pemanfaatan komputer sebagai media bantu pembelajaran.

Namun walaupun demikian, dinyatakan oleh Arnold (1992) bahwa para guru masih dihadapkan pada suatu ironi yang mengarah pada fakta: meskipun komputer merupakan media sangat potensial pada proses pembelajaran, akan tetapi masih sedikit yang mau dan mampu menggunakannya.

Dari pernyataan tersebut muncul tantangan bagi para Guru untuk dapat memanfaatkan potensi komputer ini untuk mendukung proses pembelajaran.




Kelebihan dan Kekurangan Komputer sebagai Media Pembelajaran

Namun demikian, dalam hal pemanfaatan komputer sebagai media tentu ada kelebihan dan kekurangannya.

Adapun kelebihannya antara lain:

  • Komputer dipandang sebgai media pembelajaran yang sangat efektif yang bersifat memudahkan, mempercepat, serta meningkatkan kualitas pembelajaran.
  • Pemanfaatan komputer dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
  • Dengan memanfaatkan komputer, pembelajaran secara mandiri/individual dapat dilakukan sesuai kemampuan siswa.
  • Melatih siswa untuk terampil memilih bagian-bagian isi pembelajaran sesuai dengan yang dikehendakinya
  • Komputer dapat digunakan sebagai penyampai balikan langsung (immediate feed back).
  • Dengan bantuan komputer, penghargaan dan penguatan atas latihan (evaluasi) siswa dapat dilakukan secara cepat dan akurat.
  • Dengan bantuan komputer pula, penyampaian materi pembelajaran dapat dilakukan secara berulang-ulang, diatur kecepatannya sesuai selera siswa, menyesuaikan keperluan dan kemampuan siswa tanpa harus menimbulkan rasa jenuh/lelah, baik siswa maupun guru.

Disamping beberapa kelebihan tersebut, tentu ada beberapa kelemahan dalam pemanfaatan komputer sebagai media bantu pembelajaran, diantaranya :

  • Adanya keterbatasan bentuk dialog/komunikasi yang terjalin antara siswa dengan guru ataupun siswa dengan siswa.
  • Merupakan hal yang tidak mudah dalam merancang dan mewakilkan jalan pikiran siswa ke Dalam prosedur/program komputer. 
  • Feedback yang diperlukan siswa monoton, kurang variatif, tidak mempertimbangkan perasaan dan aspek-aspek manusiawi lainnya, karena komputer adalah mesin.
  • Pembelajaran dapat menjadi kurang bermakna karena interaksi yang terbangun bersifat monoton dan mekanis.
  • Terjadinya ketergantungan atas media komputer.
  • Berkurangnya sikap interaksi sosial.

Dengan mengetahui beberapa kelebihan dan kekurangan yang ada, maka Guru diharapkan dapat mengusahakan pemaksimalan kelebihan dan meminimalisir kekurangan yang ada dalam pemanfaatan komputer sebagai media. Hal tersebut tentu sangat bergantung kepada kelihaian Guru dalam mengatur semuanya.

Pembelajaran Berbasis ICT

Jenis Pemanfaatan Komputer dalam Paket Pembelajaran

Berdasarkan jenis pemanfaatan dan tujuan pembuatannya, program komputer yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran dapat dibedakan atas 3 jenis paket pembelajaran, yaitu :

1. Program komputer sebagai Tool

Dalam paket ini komputer lebih banyak dimanfaatkan untuk:
  • Kalkulasi biasa
  • Menyajikan informasi yang dapat digunakan berulang-ulang sesuai dengan keperluan dan kecepatan belajar siswa
  • Menggambar
  • Sebagai alat bantu mengajar (misalkan demonstrasi)
  • Melakukan prosedur yang tetap dalam memecahkan masalah
  • Simulasi dan permainan, dan sebagainya.

2. Program komputer sebagai Tutor

Misalkan digunakan untuk menampilkan/ menjelaskan konsep dan ide (drill, review, remidial, test dan sebagainya).

3. Program komputer sebagai Tutee

Digunakan untuk mengajarkan penggunaan komputer, baik hardware maupun software.

Pada akhirnya, pemanfaatan komputer ini sangat bergantung bagaimana kita merancang dan mengaplikasikannya dalam membantu proses pembelajaran yang berlangsung. Semakin pandai kita memanfaatkannya maka semakin besar pula manfaat yang kita dapatkan dari media komputer ini.

Adapun tentang bagaimana kita merancang media pembelajaran dengan komputer ini secara lebih lengkap dapat Anda temukan dalam tulisan berikut ini:

Semoga bermanfaat.


Referensi:

  • Balla, J, Yang, C and Gor, L, (1987), Microcomputers and Teaching Schools Mathematics, An Answer to The Challenge, The Australian Mathematics Teacher.
  • Gardner, H. (1983), Frames of Mind – The Theory of Multiple Intelegences, New York: Basic Books Inc.
  • Kozma, R.B. (1991), Learning with Media, Review of educational Research.
  • Zaenal Rahmat, Asep, (1997) Makalah Media Pembelajaran Berbasis ICT.

Sumber Gambar: Pixabay




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Merancang Media Pembelajaran ICT"