Cara Unik untuk Bahagia




Mufa Media - Pagi tadi, ketika saya blogwalking (jalan-jalan ke blog lain), ada satu hal yang menarik perhatian saya. Ada sebuah blog yang berisi pemikiran-pemikiran kreatif nan aneh dalam memandang dan menyikapi sesuatu. Sebuah blog milik Mas Arif Budiman. Blognya bertajuk dua sisi kehidupan.  Terkesan saya dibuatnya. Kenapa? Karena blog ini benar-benar unik dari segi kontennya. Unik dalam menyikapi sesuatu. Kreatif. Menginspirasi.

Blog Mas Arif Budiman
Blog Mas Arif Budiman
Ada salah satu postingan yang berjudul "Bahagia itu Berbahaya". Mengemukakan tentang pemikiran penulisnya dalam menjawab pertanyaan tentang cara untuk menjadi lebih kreatif. 

Bahagia itu Berbahaya

Menarik apa yang disampaikan oleh Mas Arif Budiman terkait cara beliau menjawab pertanyaan mendasar tentang bagaimana untuk bisa menjadi lebih kreatif.

Alih-alih memberikan jawaban yang bersifat normatif, justru Mas Arif memberikan jawaban yang tak terduga dan terkesan unik. Beliau memulai jawabannya dengan mengajak untuk bertindak bahaya dengan bahagia. Caranya dengan menjalani hidup sebagai petualang yang pemberani. Hobinya menantang bahaya. Bila menaklukan sesuatu yang dianggap bahaya dan menakutkan oleh orang biasa, ia akan merasa bahagia. 

Solusi jawaban semacam ini bisa jadi didasari dengan pengamatan beliau akan banyaknya hal-hal yang bersifat kontradiktif didunia ini. Bagaimana tidak? Dalam kehidupan ini kita dapat mencermatinya.  Terkadang orang yang semangat melakukan korupsi adalah orang yang sebenarnya paham ajaran agamanya. Orang yang suka menolong dan membantu orang lain justru malah mereka yang tak punya apa-apa alias miskin secara materi. Karena yang kaya terkadang semakin miskin hatinya. Demikian pula tentang orang kaya dan miskin yang sama-sama tak bisa makan daging. Yang kaya tak bisa makan daging karena dilarang dokter akibat penyakit kolesterol. Sedangkan yang miskin dilarang ahli ekonomi akibat tidak punya uang untuk beli daging. Sungguh contoh kontradiksi yang nyata!

Memulai hari dengan memposisikan diri seolah menjadi bayi yang baru dilahirkan yang melihat segala sesuatunya dengan ketakjuban saat pertama kali melihat dunia. Ini adalah langkah berikutnya. 

Cobalah kita amati dengan detail, matahari yang kita lihat hari ini tentu berbeda dengan matahari yang kemarin. Wajah kita yang terlihat didepan cermin hari ini pasti berbeda dengan yang kita lihat kemarin. Lingkungan sekitar yang kita lihat hari ini tentu berbeda detailnya dengan lingkungan yang kita lihat kemarin. Itu bisa kita cermati apabila kita menyadarinya. Karena itu semua adalah sunnatullah. Namun banyak yang tidak menyadarinya.

Kenapa banyak yang tidak menyadari tentang perbedaan ini? Karena banyak yang terbiasa sok tahu. Menganggap hal yang ada disekitarnya sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Sama saja seperti biasanya. Seperti yang sudah-sudah.

Padahal bila kita mau lebih terbuka untuk berfikir tentang hal yang ada disekitar kita, tentu akan lain ceritanya. Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Seringkali banyak hal yang tak terduga, tak terencana, sering terjadi tanpa permisi. Beberapa diantaranya adalah hal yang baik. Beberapa diantaranya adalah hal yang mungkin buruk. 

Hidup memang demikian adanya. Kelahiran sering dianggap sebagai sebuah kebaikan. Namun kelahiran bayi dari rahim mahasiswi yang hamil diluar nikah? Kematian sering dianggap sebagai sebuah keburukan. Namun bagaimana dengan kematian seseorang yang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan hidup puluhan atau ratusan orang? Tentu kenyataan-kenyataan semacam ini menjadi pelajaran yang mengugah jiwa kita. Luar biasa!

Posisikan Diri sebagai Petualang

Memulai hari dengan memposisikan diri sebagai seorang petualang memang menegangkan. Seperti menjejakkan kaki ditanah asing yang kita tak tahu apa yang selanjutnya terjadi pada diri kita. Tak pasti, ada semacam kekuatiran, bahkan mungkin ketakutan. Namun hal itu tidak dapat meredam perasaan ingin tahu dan keinginan untuk mencoba hal-hal baru. Sungguh ini adalah warna yang otentik dari kehidupan kita!




Facebook Mas Arif BudimanKemudian, dalam tulisannya Mas Arif Budiman memaparkan beberapa fakta yang tak terbantahkan. Mereka yang hidup dekat dengan bahaya terkadang justru punya peluang hidup yang lebih besar dan lebih menikmati hidupnya. Jumlah orang yang meninggal di puncak gunung jauh lebih kecil daripada yang meninggal diatas tempat tidur. Tempat tidur adalah tempat yang paling mematikan. Namun ternyata tak banyak orang yang mau menyongsong bahaya. Padahal itu adalah pintu masuk untuk jadi lebih bahagia dan panjang umur. Demikian sergahnya. Sungguh unik pemikiran semacam ini. Namun nyata. 

Nah, lalu bagaimana dengan pertanyaan tentang menjadi kreatif tadi? Jawabannya mungkin bisa dengan kalimat yang kurang lebih begini. Kreatif dapat dilatih dengan meniru orang-orang kreatif disekitar. Kreativitas bukanlah pembawaan dari lahir semata. Namun bisa didapatkan dengan cara terus belajar dan mempraktekkannya. 

Jawaban yang sudah tertebak sebelumnya. Sudah biasa. Banyak yang mungkin menjawab seperti itu. 

Namun, tidak demikian dengan Mas Arif Budiman. Beda jawabannya.

Jawabannya adalah dengan cara harus mau keluar dengan muatan yang berbahaya. Jadilah kau pribadi yang kreatif! Jangan selalu jauhi masalah. Karena itu menyebabkan dirimu menjadi tidak kreatif. 

Salah satu bagian dari tulisan Mas Arif Budiman yang menginspirasi saya
Salah satu bagian dari tulisan Mas Arif Budiman yang menginspirasi
Jangan selalu mau dininabobokkan oleh ilusi yang hadir saat hidup berkecukupan. Tapi lakukanlah hal-hal berbahaya yang membuatmu takut untuk melakukannya. Lakukan saja dan jangan banyak bertanya!

Kemudian dilanjutkannya lagi dengan kalimat "Maka mulailah setiap pagi sebagai petualangan yang sungguh-sungguh. Melompatlah dari tempat tidur, atau salto. Jangan merangkak seperti pemalas yang keahliannya hanya menunggu. Karena tak selamanya kita akan bisa menikmati pagi. Tak selamanya kita bisa membuka mata di pagi hari. Tak selamanya kita bisa menyapa embun yang bergelantungan di ujung daun-daun yang menggigil menanti terbitnya matahari. Tak selamanya."

Ini jawaban yang nyleneh tentunya. Unik. Tapi masuk akal. Saya suka :) Terimakasih Mas Arif Budiman. Anda telah menginspirasi saya. 


Sumber: http://mybothsides.blogspot.co.id/






Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Unik untuk Bahagia"